Vitamin K2 untuk Arterial Stiffness
BRotterdam Heart Study: 57% lower CV mortality with highest K2 intake. KNAPEN RCT: MK-7 (180 mcg/day, 3 years) significantly improved arterial stiffness in postmenopausal women.
Kesimpulan
Rotterdam Heart Study: 57% lower CV mortality with highest K2 intake. KNAPEN RCT: MK-7 (180 mcg/day, 3 years) significantly improved arterial stiffness in postmenopausal women.
Key Statistics
5
Studi
1200
Peserta
Positive
Peringkat
Dosage & Usage
mg = milligrams · mcg = micrograms (1,000× smaller) · IU = International Units
Dosis yang Umum Digunakan
- general:
- 90-120 mcg/day (MK-7 preferred)
- cardiovascularsupport:
- 180-360 mcg/day MK-7
Batas atas: Not established (no known toxicity for K2 at supplemental doses)
Waktu terbaik diminum: With meals containing fat; can combine with vitamin D supplement
Safety & Side Effects
Efek Samping yang Dilaporkan
- ⚠ Generally very well-tolerated
- ⚠ Does not affect blood clotting (INR) at supplemental doses, unlike K1
Interaksi yang Diketahui
- ● Warfarin (patients on warfarin should consult physician before K2 supplementation)
- ● Vitamin D (synergistic — D increases MGP production, K2 activates it)
Asupan atas yang dapat ditoleransi: Not established (no known toxicity for K2 at supplemental doses)
Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan Anda sebelum memulai suplemen apa pun.Selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum memulai suplemen apa pun.
Frequently Asked Questions
Does Vitamin K2 help with Arterial Stiffness?
How much Vitamin K2 should I take for Arterial Stiffness?
Are there side effects of Vitamin K2?
How strong is the evidence for Vitamin K2 and Arterial Stiffness?
Related Evidence
Bahan lain untuk Arterial Stiffness
Penafian FDA: Pernyataan-pernyataan ini belum dievaluasi oleh Food and Drug Administration. Produk dan informasi di situs web ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apa pun. Peringkat bukti yang disajikan didasarkan pada analisis kami terhadap penelitian yang ditinjau sejawat dan tidak merupakan saran medis. Selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum memulai regimen suplemen apa pun.